Radikal
bebas (sering secara sederhana disebut radikal) didefinisikan sebagai
disertai dengan
moment magnetik Radikal bebas dapat dideteksi melalui pengukuran
kepekaan
magnetik, tetapi teknik ini memerlukan radikal dengan konsentrasi tinggi.
Teknik yang jauh
lebih penting adalah resonansi spin elektron (electron spin resonance,
esr), disebut pula
resonansi paramagnetik elektron (electron paramagnetic resonance,
epr). radikal bebas
sering dituliskan sebagai titik yang ditempatkan pada simbol atom atau
molekul. Contoh penulisan radikal bebas berikut sebagai hasil dari
pemecahan homolitik:
Cl2 → Cl• + Cl•
Pemutusan homolitik pada pemecahan ikatan digunakan untuk membedakan dengan pemutusan
heterolitik yang menggunakan anak panah bermata ganda pada umumnya.
Radikal bebas juga memainkan peran terhadap adisi radikal dan substitusi
radikal sebagai intermediet yang sangat reaktif. Reaksi rantai
melibatkan radikal bebas yang biasanya dibagi menjadi tiga tahap,
meliputi inisiasi, propagasi dan terminasi.
nisiasi
Inisiasi adalah tahap pembentukan awal radikal-radikal bebas. Hal ini
menyebabkan jumlah radikal bebas meningkat pesat. Dalam klorinasi
metana, tahap inisiasi adalah pemutusan secara homolitik ikatan Cl-Cl.
Cl2 → Cl• + Cl•
Propagasi
Propagasi adalah reaksi yang melibatkan radikal bebas yang mana jumlah
radikal bebas akan tetap sama. Setelah terbentuk, radikal bebas klor
akan menjalani sederetan reaksi. Tahap propagasi yang pertama adalah
radikal bebas klor yang merebut sebuah atom hidrogen dari dalam molekul
metana, menghasilkan radikal bebas metil dan HCl.
Cl• + H:CH3 + 1 kkal/mol → H:Cl + •CH3
Radikal bebas metil juga sangat reaktif. Dalam tahap propagasi kedua, radikal bebas metil merebut sebuah atom klor dari dalam molekul Cl2.
Terminasi
Terminasi adalah reaksi yang berujung pada turunnya jumlah radikal bebas. Umumnya, penurunan ini diakibatkan oleh adanya penggabungan radikal bebas yang masih tersisa.
Cl• + •CH3 → CH3Cl
Pembentukan dan
reaksi radikal bebas
Radikal
bebas dapat terbentuk dari molekul melalui pemutusan ikatan sehingga
masing-masing
bagian membawa satu elektron. Energi yang diperlukan untuk
memutuskan
ikatan disuplai melalui dua cara:
1. Pemecahan
termal. Pemanasan suatu molekul organik sampai suhu yang cukup
tinggi di dalam
fasa gas menyebabkan pembentukan radikal bebas. Jika molekul
tersebut
mengandung ikatan dengan D bernilai 20 sampai 40 kkal/mol maka pemutusan
dapat
berlangsung dalam fase cair.

Radkal bebas
terbentuk dari radikal bebas yang lain, salah satu melalui reaksi
antara radikal
dengan molekul atau melalui pemecahan radikal menghasilkan radikal
lain.
Radikal bebas
dapat juga dibentuk melalui reaksi oksidasi atau reduksi.
Reaksi dua
radikal bebas memberikan produk yang stabil (reaksi terminasi) atau
Bagaimanakah mekanisme radikal bebas dalam pemutusan ikatan?
baiklah saya akan menjawab pertanyaan dari admin.
BalasHapuspemutusan ikatan dapat terjadi melalui dua cara :
1. Pemutusan homolisis, yaitu pemutusan ikatan dimana masing-masing atom membawa elektron dalam jumlah yang sama (simetris), sehingga membentuk radikal. Radikal bebas bersifat sementara dan sangat reaktif, sehingga cepat bergabung membentuk molekul kembali. Pemutusan homolisis terjadi karena adanya energi panas atau cahaya.
Contohnya : Cl2 dapat digambarkan Cl – Cl, atau Cl : Cl.
2. Pemutusan heterolisis terjadi apabila hanya salah satu atom yang membawa elektron, sedangkan atom yang lain tidak membawa elektron (asimetris). Atom yang membawa sepasang elektron akan bermuatan negatif, sedangkan atom yang tidak membawa elektron bermuatan positif. Pemutusan heterolisis molekul AB dapat terjadi dalam dua cara, yaitu:
a. Jika elektronegativitas A lebih besar dari B.
b. Jika elektronegativitas B lebih besar dari A.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapuspemutusan ikatan dapat terjadi melalui dua cara :
BalasHapus1. Pemutusan homolisis, yaitu pemutusan ikatan dimana masing-masing atom membawa elektron dalam jumlah yang sama (simetris), sehingga membentuk radikal. Radikal bebas bersifat sementara dan sangat reaktif, sehingga cepat bergabung membentuk molekul kembali. Pemutusan homolisis terjadi karena adanya energi panas atau cahaya.
Contohnya : Cl2 dapat digambarkan Cl – Cl, atau Cl : Cl.
2. Pemutusan heterolisis terjadi apabila hanya salah satu atom yang membawa elektron, sedangkan atom yang lain tidak membawa elektron (asimetris). Atom yang membawa sepasang elektron akan bermuatan negatif, sedangkan atom yang tidak membawa elektron bermuatan positif. Pemutusan heterolisis molekul AB dapat terjadi dalam dua cara, yaitu:
a. Jika elektronegativitas A lebih besar dari B.
b. Jika elektronegativitas B lebih besar dari A.
Menurut saya jawaban dari pertanyaan tersebut adalah sebagai berikut : Pemutusan homolitik pada pemecahan ikatan digambarkan dengan penarikan satu elektron. Hal ini digunakan untuk membedakan dengan pemutusan heterolitik yang menggunakan anak panah bermata ganda pada umumnya.
BalasHapusPemutusan dapat dilakukan dengan cara :
BalasHapusPemutusan homolitik pada pemecahan ikatan digunakan untuk membedakan dengan pemutusan heterolitik yang menggunakan anak panah bermata ganda pada umumnya.
Radikal bebas juga memainkan peran terhadap adisi radikal dan substitusi radikal sebagai intermediet yang sangat reaktif. Reaksi rantai melibatkan radikal bebas yang biasanya dibagi menjadi tiga tahap, meliputi inisiasi, propagasi dan terminasi.