Kamis, 05 Desember 2013

NAMA : ernilawati FIC111015 (ASAM & BASA )


TEORI ASAM-BASA


SIFAT ASAM dan BASA


asam ialah zat yang berasa masam dan dapat memerahkan kertas lakmus (mis : as. Cuka, as. Sitrat) sedangkan basa ialah zat yang berasa “hambar” (seperti sabun) dan dapat membirukan kertas lakmus (mis : NaOH).

TEORI ASAM-BASA

1.  Teori Arrhenius (Svante Arrhenius, 1884)
Arrhenius mengemukakan suatu teori dalam disertasinya (1883) yaitu bahwa senyawa ionik dalam larutan akan terdissosiasi menjadi ion-ion penyusunnya. Menurut Arrhenius:

Asam ialah zat yang rumusnya mengandung hidrogen dan dalam air dapat melepas ion H+
            misalnya
HCl (aq) H+(aq) + Cl -(aq)

Basa ialah zat yang rumusnya mengandung OH dan dalam air dapat melepas ion OH-
            misalnya
NaOH (aq)Na+ (aq) + OH (aq)

Reaksi asam-basa menurut Arrhenius disebut netralisasi ;   
 H+ (asam) + OH- (basa)  ®  H2O
Reaksi netralisasi adalah reakai antara asam dengan basa yang menghasilkan garam:
 HCl (aq) + NaOH (aq) NaCl (aq) + H2O()
 H+(aq) + OH (aq) H2O ()
Kelemahan    
NH3 tidak mengandung OH-, tapi apabila zat ini bercampur dalam air dapat melepas OH (bersifat basa).
    Proses  :NH3 + H2O  ®  NH4OH  ®  OH- + NH4+


2.   Teori Bronsted – Lowry  (J.N. Bronsted dan T.H. Lowry ; 1923)

Pada tahun 1923, Johannes Bronsted (Denmark) dan Thomas Lowry (Inggris) mempublikasikan tulisan yang mirip satu-sama lain secara terpisah. Pendekatan teori asam-basa Bronsted-Lowry tidak terbatas hanya pada larutan berair, tetapi mencakup semua system yang mengandung proton (H+).
Asam : Zat (molekul/ion) yang dapat memberi proton (H+) atau disebut proton donor. 
    contoh   H2SO4  ®  H+ + HSO4-
              HCO3-  ®  H+ + CO32-
Basa : zat (molekul/ion) yang dapat menerima proton, H+ ; disebut proton aseptor.
contoh  : NH3 + H+  ®  NH4+
               HCO3- + H+  ®  H2CO3

Reaksi asam-basa pada Bronsted-Lowry adalah proses transfer proton (dari asam ke basa).

                   HCl   +  NH3     ®     Cl-   +   NH4+
                          Melepas H+ (asam)


 
             
                                  Menerima H+ (basa)
Mengacu teori asam-basa Bronsted-Lowry akan terjadinya transfer proton, maka dikenal istilah pasangan asam – basa konjugasi.
Pasangan Asam-Basa Konjugasi Ialah dua zat ( molekul / ion ) yang rumus  keduanya  berbeda 1 H+
Misalnya  NH3 dengan NH4+  ;  HSO4- dengan SO42-
Asam kunjugasi ialah zat yang kelebihan 1 H+ terhadap pasangannya.
Basa konjugasi ialah zat yang kekurangan 1 H+ dari pasangannya.

Contoh  (1)  NH3 : basa konjugasi dari NH4+, atau
             NH4+ : asam konjugasi dari NH3

       (2)  HSO4-  adalah asam kunjugasi dari SO4- tapi  
                  HSO4- adalah basa kunjugasi dari H2SO4
Karena HSO4- dapat berupa asam dan basa maka zat-zat seperti itu disebut AMFOLIT.

Reaksi asam-basa Bronsted-Lowry dapat dituliskan sebagai berikut

           H2O    +    NH3                     OH-    +    NH4+

          (as.1)         (bs.2)                   (bs.1)        (as.2)


 


Hubungan Teori Bronsted-Lowry dengan Teori Arrhenius
Teori asam-basa Bronsted-Lowry tidaklah bertentangan dengan teori asam-basa Arrhenius, justru lebih melengkapi. Ion hidroksida tetap bertindak sebagai basa, karena mampu menerima ion hidrogen dari asam dan juga dari air. Asam menghasilkan ion hidrogen dalam larutan sebab asam bereaksi dengan molekul air dengan cara memberikan protonnya kepada air.
Ketika gas hidrogen klorida dilarutkan dalam air, molekul hidrogen klorida akan memberikan protonnya (sebagai ion hidrogen) kepada air untuk menghasilkan asam klorida. Ikatan koordinasi terbentuk antara satu pasang elektron bebas pada atom oksigen dengan ion hidrogen dari HCl menghasilkan ion hidronium (H3O+).

Apabila suatu asam dalam larutan bereaksi dengan suatu basa, yang bertindak sebagai asam adalah ion hidronium. Sebagai contoh adalah terjadinya transfer proton dari ion hidronium kepada ion hidroksida untuk menghasilkan air.

 
 
1.   Teori Lewis (G.N. Lewis)
Pada teori asam-basa Arrhenius tidak dijelaskan perilaku asam-basa dalam larutan tidak berair dan pada teori asam-basa Bronsted-Lowry tidak diterangkan akan adanya sistem yang tidak terprotonasi. G.N. Lewis, pada tahun 1923, mengemukakan teori asam-basa dalam buku Thermodynamics and the Free Energy of Chemical Substances .

Asam : ialah zat (gugus) yang menerima pasangan elektron bebas
Basa : ialah zat (gugus) yang memberi pasangan elektron bebas

Secara umum, reaksi asam-basa Lewis terjadi apabila ada basa yang mendonorkan pasangan elektronnya dan asam yang menerima pasangan elektron tersebut untuk membentuk ikatan baru. Produk yang terjadi dari reaksi asam-basa Lewis disebut dengan senyawa kompleks (adduct) dan ikatan yang terjadi adalah ikatan kovalen koordinasi.
 

5 komentar:

  1. bagaimana hubungan Teori Bronsted-Lowry dengan Teori Arrhenius ?

    BalasHapus
  2. Teori asam-basa Bronsted-Lowry tidaklah bertentangan dengan teori asam-basa Arrhenius, justru lebih melengkapi. Ion hidroksida tetap bertindak sebagai basa, karena mampu menerima ion hidrogen dari asam dan juga dari air. Asam menghasilkan ion hidrogen dalam larutan sebab asam bereaksi dengan molekul air dengan cara memberikan protonnya kepada air.
    Ketika gas hidrogen klorida dilarutkan dalam air, molekul hidrogen klorida akan memberikan protonnya (sebagai ion hidrogen) kepada air untuk menghasilkan asam klorida. Ikatan koordinasi terbentuk antara satu pasang elektron bebas pada atom oksigen dengan ion hidrogen dari HCl menghasilkan ion hidronium (H3O+).

    BalasHapus
  3. Teori Bronsted-Lowry tidak berlawanan dengan teori Arrhenius - Teori Bronsted-Lowry merupakan perluasan teori Arrhenius. Bila dalam teori Arrhenius NaOH digolongkan sebagai basa karena melepaskan OH- maka dalam teori Bronsted-Lowry NaOH digolongkan sebagai basa karena OH- yang dihasilkan dalam penguraian NaOH mampu menerima H+ (proton) dan membentuk H2O (air).
    H3O + OH menjadi 2H2O
    Dari gambaran di atas terlihat yang berfungsi sebagai asam adalah H3O+ (ion hidroksonium) karena mampu melepaskan/mendonorkan H+ sehingga setelah melepas H+ berubah senjadi air (H2O). Sedangkan yang berfungsi sebagai basa adalah OH- (ion hidroksida) karena mampu menerima/akseptor ion H+ sehingga berubah jadi air (H2O).

    BalasHapus
  4. apabila suatu reaksi itu melibatkan air, maka terdapat hubungan antara Arrhenius dengan Bronsted-Lowry, karena arrhenius terjadi pada reaksi berair.

    BalasHapus
    Balasan
    1. dan juga hasil yang didapat mengandung ion H+ dan OH-.

      Hapus